Ketika malam sudah teramat larut
Kau masih saja tertunduk lesu di sudut ruang dekat pintu
Kosong, pandanganmu menatap lurus ke bawah
Seakan akan ada keajaiban disana
Aku melihatmu dari kejauhan,
Tak kuasa aku menyentuhmu sayang
Airmata ini mulai bergelimangan perlahan
Rasanya begitu menyesakkan
Aku pernah membencimu,
Sumpah. Aku terlalu sering melakukannya.
Tapi, inilah konsep kehidupan yang takpernah kumengerti arahnya
Aku bisa sekejap membenci dan mencinta,
Bahkan di waktu yang sama
Kini kau terluka,
Ada sebuah nama di diary kecilmu yang tergeletak
di atas meja makan ruang tengah
Biarpun hanya secarik kertas lusuh yang tak lagi bermakna,
Untuk siapapun yang menemukannya
Tapi tidak untukku
Aku tau, aku menyayangimu
Bagaimanapun keadaanmu
Tapi kini kau kucabik dengan cakaranku
Sedikit demi sedikit terluka,
Pelan tapi pasti bersimbah darah
Sayang,
Untuk apalah kini kata maaf?
Kau yang kusayang,
Kau yang kubuat malang
Kau yang kucinta,
Kau yang kubuat kecewa
Malam ini,
Izinkan aku mempelajari sekali lagi
Bagaimana cara mengobati luka hati
Yang terlalu dalam menancap di relung sendiri
Kumohon izinkanku merubah semuanya
Dari diriku, dan sifatku yang semena mena
Aku masih menyayangimu
Aku minta maaf untuk kesekian kali kesalahanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar